Desa Marga Mulya  terletak di Kecamatan Sungai Bahar dengan radius 3 jam perjalanan dari Kota Jambi. Desa ini merupakan daerah yang sudah mulai berkembang. Sebagian besar masyarakatnya bermata pencarian sebagai petani sawit, , pedagang, peternak sapi serta jenis pekerja lainnya. Kondisi ekonomi masyarakatnya sudah cukup baik. Desa Marga Mulya dipimpin oleh R. Kartono sebagai KADES, dan Bapak Zikwan sebagai SEKDES.

Desa Sungai Sungai Bahar terdiri dari 4 KADUS (kepala dusun) yang memimpin setiap dusun dan setiap dusun dibagi lagi menjadi RT. Desa ini memiliki 13 RT. Penduduk Desa Marga Mulya sebagian besar adalah berkebun kelapa sawit dan berdagang. Prasarana yang ada di Desa ini yaitu :

  1. 2 bangunan Masjid
  2. Bangunan Mushola
  3. Kantor Kepala Desa dengan perlengkapannya
  4. 1 Posyandu
  5. 1 Balai Desa
  6. 3 TK
  7. 3 Lapangan Voli
  8. 1 Lapangan sepak bola
  9. Alat komunikasi seperti : Televisi
  10. Prasarana Air Bersih (Sumur)
  11. Sekolah SDN 151/IX dan 152/IX Sungai Bahar
  12. MTSN 07 Sungai Bahar
  13. SMK Muhammmadiyah
Baca Juga  Program Kerja Cara Mencuci Tangan Yang Baik

Masyarakat mulai menyadari arti pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka, sehingga sebagian besar penduduk telah menamatkan bangku SMA/sederajat, bahkan tidak sedikit yang duduk di bangku perkuliahan.Namun, pendidikan yang memadai dan bimbingan belajar anak-anak TK, SD, MTS, SMK masih sangat kurang. Belum adanya kegiatan extrakurikuler di luar sekolah, dan juga bimbingan belajar bagi siswa/i. Sehingga hal ini berdampak bagi pengetahuan anak yang kurang akan pengetahuan. Karena pendidikan di dalam sekolah tidaklah cukup untuk membantu mereka dalam menguasai materi ataupun pelajaran. Selain itu, pengembangan instrument desa  masih sangat kurang. Hal ini terlihat dari plang nama RT, serta perangkat desa lainnya yang kurang lengkap sehingga masih sangat sulit untuk menemukan rumah-rumah warga dengan cepat. Sarana dan prasarana olahraga juga masih sangat minim. Hal ini disebabkan masih sedikitnya lapangan olahraga dan juga kurang terawatnya lapangan tersebut. Dari permasalahan inilah maka penduduk harus diarahkan dan dimotivasi untuk lebih bersemangat lagi dalam menjalani pendidikan dan juga mengembangkan desa mereka sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *