Setelah mengadakan observasi di Tk yang ada di Desa Marga Mulya, Maka saya mengambil program mencuci tangan yang baik dan benar disebabkan setiap hari sabtu TK Al-muhajirin 2B mengadakan makan gizi, dimana makan gizi itu anak-anak harus membawa bekal dari rumah sesuai dengan tema yang diberikan oleh sekolah, makan gizi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan anak-anak membentuk lingkaran dan makan bersama. Sesuai dengan kegiatan Tk tersebut saya melakukan program itu di hari Sabtu, program yang dibuat bertujuan agar anak-anak lebih memahami dan mengetahui akan pentingnya mencuci tangan sebelum dan setelah makan, bermain, dan menjalankan aktifitas. Prosedur kegiatan yang dilakukan yaitu memutarkan video di depan kelas yang berguna agar anak-anak TK tidak merasa bosan, setelah pemutaran video maka diadakan praktek langsung diluar kelas .

Baca Juga  Latar Belakang Kukerta

Sebelum melakukan kegiatan, saya melakukan koordinasi kepada pihak sekolah, seperti kepala sekolah, dan guru sekolah, setelah beberapa kali melakukan koordinasi untuk menentukan jadwal program , maka pihak sekolah memberikan waktu pada hari sabtu, sebab selain hari sabtu TK tersebut tidak mengijinkan adanya kegiatan selain belajar.

Pada saat proses pesiapan dilakukan ada sedikit kendala, endala pelaksanaan program yaitu hanya masalah waktu , waktu yang disediakan oleh kepala sekolah 2B hanyalah hari Sabtu, selain hari Sabtu maka kegiatan apapun tidak diperbolehkan oleh kepala sekolah .sebab alat dan bahan yang akan digunakan mudah didapat dan banyak tersedia hanya saja pada saat pemutaran video, video yang akan digunakan susah didapat, dikarenakan sinyal yang tidak memadai.

Baca Juga  Manfaat Menjalankan Kukerta

Pada saat proses pelaksanaan, kegiatan ini dilaksanakan dengan baik tanpa kendala sebab setelah melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan guru, mereka ikut berpartisipasi juga selama kegiatan ini berlangsung yang dilaksanakan pada hari sabtu, pemilihan hari ini dikarenakan hari tersebut merupakan hari makan gizi .

Evaluasi program yang dijalankan, anak-anak tetap saja setelah bermain tidak mau mencuci tangan, dan tetap membiasakan diri untuk memulai aktifita secara langsung tanpa memikirkan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *